Selasa, 01 Desember 2009

Adat-Istiadat di Indonesia


"TABOT"

Salah satu adat-istiadat yang ini yaitu tabot yang berasal dari pulau Sumatera tepatnya di Bengkulu. Tabot sudah tidak asing lagi bagi penduduk Bengkulu dan sekitarnya, namun masyarakat dipulau laen masih belum mengenal apa itu tabot. Dengan demikian saya akan membagi-bagi apa yang saya tahu tentang tabot melalui blog ini.


Tabot itu merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu. Yang menurut sejarahnya tabot di buat untuk mengenang tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husen dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin zaid di Padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam. makanya setiap tanggal 1-10 Muharam masyarakat Bengkulu selalu merayakan upacara tabot.
Pertama kali perayaan tabot di Bengkulu di laksanakan oleh Syeh Burhannudindan. Syeh Burhanuddin (Imam Senggolo) menikah dengan wanita Bengkulu kemudian anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot.

Sebenarnya inti dari Upacara tabot itu adalah untuk mengenang upaya pemimpin Syi'ah dan kaumnya mengumpulkan potongan tubuh Husein, mengarak dan memakamnya di Padang karbala.
Menurut masyarakat Bengkulu, tabot tidak tahu pasti kapan masuk di Bengkulu. Namun, mereka yakin bahwa tabot berangkat dari upacara berkabung para penganut paham syiah ini dibawa oleh para tukang yang membangun benteng Marlbourght di Bengkulu. Para tukang bangunan tersebut, didatangkan oleh Inggris dari Madras dan Bengali. Karna mereka merasa cocok tinggal di Bengkulu akhirnya memutuskan untuk menetap di Bengkulu. Daerah tempat mereka tinggal disebut Berkas. Kemudian mereka mewariskan tradisi yang dibawa dari Madras dan Bengal kepada masyarakat Bengkulu. Dan sekarang mereka dikenal dengan sebutan orang-orang Sipai.


Sebenarnya selain adanya nilai agama di dalam tabot ada juga nilai sejarah, dan nilai sosial. Kalo nilai agama yang terdapat dalam tabot adalah mengambik tanah mengingatkan manusia akan asal penciptaannya. Sedangkan nilai sejarahnya adalah manifestasinya pecintaan dan untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW.

Sebenarnya banyak nilai-nilai kebijaksanaan yang dapat digali dan dijadikan landasan untuk mengarungi kehidupan, tetapi jika tidak disikapi dengan bijaksana, maka upacara Tabot akan menjadi sekedar festival budaya yang kehilangan makna dasarnya. Meriah dalam pelaksanaan (festival) tapi kehilangan sepiritnya.

Dengan demikian kita harus tetap melestarikan Tabot agar tidak menjadi punah dan kita berusaha supaya tabot tidak diambil oleh negara lain...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar